Iklan

Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Search Engine Optimazation (SEO)

Sunday, October 18, 2009

SEO atau Search Engine Optimization membuat halaman tulisan tepat berada pada keywords search engine seperti google. Semua orang menggunakan search engine untuk menemukan tulisan yang tepat kuncinya adalah SEO.

Banyak hal yang yang membuat search engine mengalami masalah diantaranya keberadaan Flash, Java, Frame, dan gambar. Tentunya tidak masalah untuk menempatkan semua itu, ini hanya sebuah kemungkinan. Awal yang baik apabila menggunakan tulisan atau dalam bentuk html dan xml.

Search engine membaca text tetapi mereka bukan pembaca yang handal. Pastikan tulisan anda bisa dibaca meskipun oleh pembaca bodoh seperti google. Salah satu kesalahan adalah kita tidak menjelaskan isi dari sebuah tulisan dengan benar dan menggunakan kata yang kurang bersahabat dengan search engine.

Hal yang penting yaitu bagaimana memilih keywords yang relevan dengan situs anda. Buat daftar kata dengan menggunakan Keyword Tool. Dengan bantuan keyword tool anda bisa menentukan kata apa yang sesuai berdasarkan urutan rangking yang ada.

Gunakan Link building untuk membentuk sebuah komunitas dalam blog anda.

Menurut Joe Griffin seorang Internet Start-up interpreneur dan Rand Fiskind seorang CEO SEO dalam industry diklasifiksikan menjadi dua yaitu:

On-Page Optimization
On page optimization meliputi research, development, dan implementasi untuk teknik optimisasi search engine untuk code dan content website.
Beberapa komponen dalam on-page optimization adalah:

1) Website Needs Analysis
2) Keyword Analysis
3) Keyword Page Assignment
4) Web Page Code Optimization
5) Web Page Content Optimization (Including PDF's, Whitepapers, etc.)
6) Web Page Media Optimization (Video, Images, Audio/Podcasts)
7) Internal Link & PageRank Sculpting Optimization
8) Dynamic Website Optimization (CMS + Shopping Carts)
9) Redirects & Multi-URL Optimization
10) Website Obstacle Analysis (Penalties, Frames, etc.)

Off-Page Optimization
Off-Page Optimization atau dikenal "Link Building" yang akan meningkatkan popularitas web anda. Dan beberapa komponennya adalah:

1) Directory Submission and Registration (sometimes not endorsed by search engines)
2) Press Release Distribution (sometimes not endorsed by search engines)
3) Article Distribution (sometimes not endorsed by search engines)
4) Link Reciprocation / Link Exchange (generally not endorsed by search engines)
5) Text Link Advertising (generally not endorsed by search engines)
6) Hosted Marketing Pages and/or BlogReviews (generally not endorsed by search engines)
7) Forum and Blog Comment Spam (absolutely not endorsed by search engines)
8) Link Bait Techniques (sometimes not endorsed by search engines)
9) Social Media Techniques, Blogrolls, etc. (sometimes not endorsed by search engines)

Decision Support System (DSS)

Pengembanag DSS berawal pada akhir tahun 1960-an dengan adanya pengguna computer secara time-sharing (berdasarkan pembagian waktu). Pada mulanya seseorang dapat berinteraksi langsung dengan computer tanpa harus melalui spesialis informasi. Timesharing membuka peluang baru dalam penggunaan computer.

Tidak sampai tahun 1971, ditemukan istilah DSS, G Anthony Gorry dan Michael S. Scott Morton yang keduanya frofesor MIT, bersama-sama menulis artikel dalam jurnal yang berjudul “A Framework for Management Information System” mereka merasakan perlunya ada kerangka untuk menyalurkan aplikasi computer terhadap pembuatan keputusan manajemen.

Gorry dan Scott Morton mendasarkan kerangka kerjanya pada jenis keputusan menurut Simon dan tingkat manajemen dari Robert N. Anthony. Anthony menggunakan istilah Strategic palnning, managemen control dan operational control (perencanaan strategis, control manajemen, dan control manajemen).

JENIS DSS

Usaha berikutnya dalam mendefinisikan konsep DSS dilakuikan oleh Steven L. Alter. Alter melakukan study terhadap 56 sistem penunjang keputusan yang digunakan pada waktu itu, study tersebut memberikan pengetahuan dalam mengidentifikasi enam jenis DSS, yaitu :

Retrive information element (memanggil eleman informasi)
Analyze entries fles (menganali semua file)
Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
Propose decision (menawarkan keputusan )
Make decisions (membuat keputusan)

TUJUAN DSS

Dalam DDS terdapat tiga tujuan yang harus di capai yaitu :
Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi, Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep DSS, yaitu struktur masalah, dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

ARTI DSS

DSS sebagai sebuah system yang memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau kepada sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai team pemecah masalah, dalam memecahkan masalah semi terstrukitur dengan memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu. Informasi tersebut diberikan oleh laporan berkala, laporan khusus, maupun output dari model matematis. Model tersebut juga mempunyai kemampuan untuk memberikan saran dalam tingkat yang bervariasi.

lebih lengkap silahkan Download di sini

Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi

Monday, September 28, 2009

Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi

Untuk dapat membedakan apa yang dimaksud dengan Komputerisasi, Teknologi Informasi, SIstem Informasi dan Globalisasi informasi? maka sebaiknya kita melihat sejarahnya terlebih dahulu. Salah satu penyebab utama terjadinya Era Globalisasi Informasi yang datangnya lebihcepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Implementasi Internet, Electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan sebagainya telah menerobos batas-batas fisik antar negara. penggabungan antara teknologi komputer dan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi.

Data atau informasi pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dengan hitungan detik. terdapat empat era atau zaman perkembangan dari teknologi komputer yang telah dipengaruhi oleh Sistem Informasi.

Gambar : Era Perkembangan Teknologi Informasi

1. Era Komputerisasi

Periode ini dimulai sekitar tahun 1960-an ketika minicomputer dan mainframe diperkenalkan oleh perusahaan ke dunia industri, seperti IBM. Kemampuan menghitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk keperluan pengolahan data (data processing), untuk melakukan perhitungan rumit, dan untuk menyelesaikan masalah-masalah teknis operasional, seperti stimulasi perhitungan pasa industri pertambangan dan manufaktur.

2. Era Teknologi Informasi

Pada awal tahun 1970-an, Teknologi PC atau Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti MInicomputer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang manager atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah dioleh oleh komputer (dengan kecepatan hampir sama dengan kecepatan Minicomputer, bahkan Mainframe). Tidak seperti halnya pada Era Komputerisasi ketika komputer hanya menjadi "milik Pribadi" divisi EDP Perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, Spreadsheet, maupun data processing (end user computing).

3. Era Sistem Informasi

Teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai Manajemen Perubahan. pada hampir semua kerangka teori Manajemen Perubahan ditekankan pentingnya Teknologi Informasi sebagai salah satu komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam persaingan bisnis. Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan yang lebih ditekankan adalah Sistem Informasi, karena komponen dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut.

4. Era Globalisasi Informasi

Era globalisasi Informasi merupakan fenomena yang terlihat sejak pertengahan tahun 1980-an dimana perkembangan di bidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial. Ketika sebuah seminar internasional mengenai Internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan Internet akan menjadi sekarang ini. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GloabalNET, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat.